Daftar Isi
Di sini masih ada yang mencatat seluruh transaksi dan utang pelanggan di buku besar yang sering lecek? Atau mungkin masih ada yang sering pusing karena uang di kasir dan catatan kerap kali tidak sesuai? Bagi yang masih mengalami kesulitan seperti itu, artinya kamu masih belum mengetahui aplikasi pembukuan keuangan digital.
Banyak yang enggan menggunakan aplikasi pembukuan karena dianggap rumit dan ada risiko salah input. Padahal, justru pembukuan manual lebih rawan error dan manipulasi. Belum lagi prosesnya sangat menyita waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk produktivitas bisnis. Kebetulan, kali ini kami akan mengulas apa saja aplikasi pembukuan keuangan yang dapat meringkas seluruh kegiatan pencatatan bisnismu.
Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus tahu ciri-ciri aplikasi yang layak digunakan. Memang, setiap aplikasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, ada beberapa standar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap software pembukuan keuangan seperti:
Keamanan data adalah hal yang tidak boleh dikompromikan sama sekali di era digital ini. Berbagai informasi sensitif seperti margin laba, data pelanggan, atau gaji karyawan harus terlindungi dari pihak eksternal. Sistem keamanannya pun juga harus mencakup backup data secara otomatis dan berkala.
Aplikasi pembukuan haruslah fleksibel, atau dengan kata lain harus mampu mengikuti pertumbuhan bisnis seiring waktu. Dengan begitu, pemilik usaha tidak perlu mencari platform lain lagi di kemudian hari. Oleh karena itu, aplikasi yang digunakan harus bisa menangani lonjakan volume transaksi harian dan juga mengelola stok di berbagai lokasi.
Software pembukuan dijamin tidak akan laku jika hanya berdiri sendiri dan tidak bisa diintegrasikan ke sistem pihak ketiga seperti kasir, CRM, atau marketplace. Sistemnya harus bisa menyatukan berbagai fungsi dari jual-beli hingga ke pengajian secara terpadu.
Baca Juga: Aplikasi Inventory: Penerapan Metode FIFO dengan Aplikasi
Pembukuan keuangan yang rapi bukan hanya membantumu dalam mengelola usaha, tapi juga akan meningkatkan citra bisnis di mata regulator dan kreditor. Misal kamu ingin mengajukan KUR, maka dengan pencatatan keuangan yang transparan akan membuatmu lebih mudah mendapat pinjaman. Berikut ini kami telah merangkum lima aplikasi pembukuan terbaik:
Jika membicarakan pembukuan, maka rasanya kurang lengkap jika tidak menyebut Microsoft Excel. Bagi pelaku UMKM, Microsoft Excel sudah cukup powerful untuk memantau seluruh arus kas. Fleksibilitasnya memungkinkan kita untuk secara bebas merancang format laporan dan struktur data sesuai keinginan.
Kelebihan utama Microsoft Excel adalah variasi fitur dan rumus yang tergolong lengkap untuk tugas-tugas dasar hingga menengah, dan semuanya bisa digunakan secara gratis. Memang sekarang Microsoft menawarkan paket langganan 365 per tahunnya untuk fitur yang lebih lengkap. Jika versi Microsoft Excel mu setidaknya sudah yang tahun 2010, maka fitur-fiturnya sudah cukup baik.
Namun perlu diingat bahwa Microsoft Excel adalah software layaknya kanvas kosong, yang karenanya juga rentan human error. Jika ada salah pengetikan atau rumus, maka untuk melacak letak kesalahannya cukup rumit, terlebih jika terdapat ribuan baris dalam satu worksheet. Sebenarnya kamu bisa memeriksanya lewat fitur VBA, hanya saja kamu harus bisa membaca baris kode pemrograman yang sedikit ribet.
Tak bisa dipungkiri jika Accurate memiliki sejarah panjang sebagai aplikasi pembukuan keuangan, khususnya di kalangan akademisi dan praktisi akuntansi di Indonesia. Hal itu wajar karena Accurate dirancang khusus sesuai logika akuntansi dari PSAK. Sekarang, software ini bernama Accurate Online dan sudah berbasis cloud.
Aplikasi ini memiliki keunggulan khusus dalam fitur manufaktur, yang memungkinkan kita untuk menghitung HPP dengan sangat rinci. Bahkan, HPP ini sudah bisa mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead. Tak heran jika aplikasi ini menjadi favorit pabrik kelas menengah.
Tidak seperti Excel yang fleksibel, Accurate cenderung memiliki sistem yang cenderung kaku. Hal ini menyebabkan Accurate mungkin kurang cocok bagi perusahaan dengan alur kerja non-standar. Selain itu, tampilan UI-nya juga dianggap ketinggalan zaman jika dibandingkan software lain.
Di bawah payung Mekari Group, aplikasi ini punya tiga modul integrasi utama: Talenta (HR dan Payroll, KlikPajak (pelaporan pajak), dan Qontak (CRM/Omnichannel). Bahkan data gaji pada modul Talenta bisa langsung tercatat di pembukuan tanpa harus input ulang. Selain itu, tampilan UI/UX-nya juga lebih modern dan intuitif, yang cocok dengan anak muda dan orang awam tanpa latar belakang akuntan.
Kendala utama Mekari Jurnal adalah paket dengan biaya berjenjang. Ada beberapa fitur krusial yang tidak bisa diakses di paket termurahnya. Selain itu, biaya menambah kuota pengguna atau fitur lain juga bisa membuat total biaya kepemilikan jadi cukup tinggi bagi UMKM yang baru merintis.
Jika kamu mencari aplikasi pembukuan keuangan yang bisa diakses kapan saja lewat ponsel, mungkin BukuKas bisa jadi pertimbangan. Keunggulan utama BukuKas terletak pada pencatatan transaksi yang sederhana. Selain itu, aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan pembayaran QRIS dan juga penjualan produk digital seperti pulsa atau token listrik,
BukuKas sebenarnya sangat cocok untuk UMKM, hanya saja aplikasi ini memiliki batasan signifikan untuk usaha menengah yang lebih formal. Fitur stok barangnya cukup mendasar dan kurang didukung metode seperti FIFO yang akurat untuk ribuan SKU. Karena dirancang untuk platform mobile, aplikasi ini kurang efisien untuk input dan analisis data secara massal.
Moka POS adalah aplikasi pembukuan keuangan andalan untuk industri F&B seperti restoran atau cafe. Berkat aplikasi ini, sebuah tablet bisa diubah jadi mesin kasir canggih yang terkoneksi internet. Moka POS juga memiliki fitur khusus untuk restoran seperti pengelolaan tata letak meja atau pesanan dapur digital.
Namun, Moka POS sangat bergantung pada integrasi dengan aplikasi lain seperti Mekari atau Accurate untuk mendapatkan laporan keuangan lengkap. Selain itu, struktur biaya Moka POS lebih berbasis outlet, sehingga bisnis dengan banyak cabang kecil akan memiliki biaya yang membengkak.
Jika aplikasi lain cenderung bersifat generik, maka PaYou memiliki spesialisasi modul, tapi dengan integrasi vertikal. PaYou memang tidak bersaing untuk menjadi aplikasi akuntansi secara utuh, tapi modulnya dirancang untuk menyelesaikan masalah spesifik industri.
Semisal Moka adalah spesialis POS dan Mekari Jurnal adalah spesialis akuntansi, maka PaYou dapat menyatukan keduanya. Aplikasi ini mampu menggabungkan modul kasir, inventaris, akuntansi keuangan, manajemen jasa, dan bahkan HR dalam satu platform terpadu. PaYou sendiri punya tiga modul utama:
Baca Juga: Aplikasi POS Bengkel PaYou: Mengelola Pembukuan Lebih Mudah
Ada banyak sekali pilihan aplikasi pembukuan keuangan yang bisa digunakan untuk manajemen usahamu. Namun, fitur yang ditawarkan setiap aplikasi pastinya berbeda-beda, sehingga kita harus cermat dalam memilihnya. Setelah membaca ulasan ini, kamu jadi lebih tertarik menggunakan aplikasi yang mana? Jawab di kolom komentar ya!
Bagikan :